Awas, Bahaya Kemasan Makanan Beredar

Celupin.com – Kemajuan ilmu pengetahuan terjadi dalam berbagai segi kehidupan termasuk teknologi pangan. Saat bahan makanan telah dikemas secara modern sehingga tampak lebih menarik sekaligus tahan lama. Sayangnya, perkembangan tersebut juga membawa pengaruh negatif terutama untuk kesehatan tubuh. Baru-baru ini Journal of Epidemiology and Community Health yang terbit di Inggris mengemukakan bahaya dari makanan kemasan.

Riset dipimpin oleh Jane Muncke, Ph.D. menemukan fakta bahwa makanan kemasan setidaknya terkontaminasi oleh lebih dari empat ribu bahan kimia. Jumlah tersebut meliputi bahan yang memang diizinkan penggunaannya dan sintetis berbahaya.

Selain terdapat pada bahan makanan, tambahan bahan kimia juga ditemukan pada kemasan makanan. Seperti halnya bahan kimia pada makanan, zat sintetis pada kemasan makanan juga mampu menimbulkan dampat buruk bagi kesehatan.

Salah satu jenis bahan kimia berbahaya yang justru banyak digunakan dalam kemasan makanan adalah bisphenol A. Zat tersebut merupakan polimer plastik yang biasa digunakan untuk melapisi kaleng alumunium.

Ada pula polyethylene terephthalate yang dikenal sebagai bahan plastik utama untuk membuat botol air, soda, maupun minuman kemasan lain.

Beberapa kemasan makanan terutama yang terbuat dari karet diketahui mengandung formaldehyde atau formalin kadar rendah. Tim peneliti juga menemukan kandungan pengawet berjenis parabens pada makanan kemasan yang dapat memicu kanker payudara.

Kemajuan zaman seperti saat ini sepertinya memang tidak memungkinkan untuk tidak bersentuhan dengan aneka bahan kimia. Sekalipun menggunakan produk organik, Anda tidak lantas terbebas dari ancaman bahan kimia berbahaya.

Plastik yang digunakan untuk membungkus aneka produk pertanian bebas pestisida, plastik pembungkus bibit atau biji tanaman organik, maupun plastik dalam lapisan lemari pendingin merupakan bahaya yang jarang disadari.

Formalin meski dalam kadar rendah tetap memberikan dampak buruk untuk kesehatan. Ian Musgrave, M.D. yang merupakan molecular toxicologist di  Unversity of Adelaide menyatakan bahsa seseorang setidaknya harus mengkonsumsi lima galon air untuk menghindari pengaruh formalin pada sebuah apel  yang dibungkus plastik.

Saat ini jumlah kematian di dunia memang banyak disebabkan oleh penyakit kronis, pengaruh negatif akibat penggunaan kemasan makanan tidak dapat dipandang sebelah mata. Kandungan zat kimia pada plastik dapat memicu kanker.

Makanan kemasan seperti snack juga bisa menyebabkan obesitas, diabetes, serta gangguan lain. Untuk menghindarinya, usahakan untuk selalu menggunakan produk ramah lingkungan dan mengkonsumsi produk organik.

Baca Juga
Leave A Reply

Your email address will not be published.