Bahaya Virus Zika Saat Menyerang Orang Dewasa

Celupin.com – Beberapa waktu yang lalu, gencar pemberitaan tentang bahaya virus zika yang dapat menyebabkan bayi terkena microchepaly. Sebuah kondisi dimana bayi terlahir abnormal dengan kepala berukuran lebih kecil dari ukuran normal. Karena infeksi virus ini, banyak anak yang meninggal dunia karena mengalami kerusakan otak yang parah.

Virus Zika merupakan salah satu jenis virus baru yang menjadi perhatian dunia. Virus ini merupakan jenis virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Selain itu, nyamuk Aedes albopictus atau nyamuk macan Asia dengan ciri garis putih juga ditengarai berpotensi menularkan virus berbahaya ini.

Ternyata dampak virus zika tidak hanya berbahaya bagi ibu hamil maupun janin yang sedang dikandung, namun juga dapat membahayakan orang dewasa. Bahkan sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa infeksi zika pada orang dewasa ternyata dapat memiliki dampak yang membahayakan.

Penelitian yang dilakukan pada tikus dewasa yang direkayasa menyerupai infeksi virus zika pada manusia menunjukkan hal yang mengejutkan. Ternyata virus tersebut menyerang sel-sel muda pada otak orang dewasa. Padahal selain penting untuk menunjang kemampuan belajar, sel yang diserang tersebut juga berperan penting untuk mengingat.

Bahkan serangan bertahap pada sel-sel tersebut juga dapat menyebabkan mengkerutnya otak serta menyebabkan kerusakan proses kognitif seseorang. Hilangnya sel muda akibat virus zika ini ternyata sebanding dengan kondisi yang dialami oleh penderita Alzheimer.

Nyamuk Virus Zika
Nyamuk Virus Zika

Alzheimer merupakan sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada waktu yang hampir bersamaan. Apoptosis merupakan gejala biologis sel-sel yang mengalami ‘kematian’. Sindrom yang gejalanya mirip dengan pikun yang diderita oleh orang tua ini dapat menyebabkan otak menjadi mengerut dan mengecil.

Sayangnya, infeksi virus zika juga menunjukkan gejala yang tidak jelas. Karena penelitian ini merupakan studi yang pertama kali digelar untuk mengetahui dampak virus zika pada orang dewasa, maka masih diperlukan penelitian lebih lanjut lagi. Meski demikian, mencegah tetap lebih baik dari pada mengobati bukan? Karena itulah jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal yaa.

Baca Juga
Leave A Reply

Your email address will not be published.