Hati-Hati, Berikut Ini Fakta Tentang Aspirin

Celupin.com – Kalian tentu pernah atau bahkan sering membeli aspirin di apotik atau toko kelontong saat menderita sakit kepala. Fakta tentang aspirin selain sebagai pereda rasa nyeri di kepala, ternyata obat tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain.

Dikutip dari newhealthguide aspirin juga digunakan untuk meredakan pembengkakan, nyeri, hingga demam karena infeksi dan arthritis atau radang.

Sebenarnya berapa dosis yang dianjurkan saat mengkonsumsi aspirin?

Untuk meredakan radang dan demam, pasien dewasa umumnya disarankan mengkonsumsi aspirin dengan dosis 300 mg – 1000 mg. Dosis tersebut dapat dikonsumsi hingga empat kali sehari. Jumlah aspirin yang dikonsumsi tidak boleh melebihi 4000 mg per hari. Ada pula dosis tertentu yang diterapkan untuk pasien dalam kondisi tertentu.

Aspirin juga dapat digunakan untuk mencegah myocardial infarction atau heart attack. Myocardial infarction disebabkan oleh gangguan penyaluran oksigen dalam jantung. Serangan jantung terjadi karena adanya penumpukan kolesterol dan sel darah putih pada pembuluh arteri sehinga terjadi pembatasan pasokan darah serta kekurangan oksigen.

Aspirin dengan dosis 75 mg (atau lebih rendah) diberikan kepada pasien yang didiagnosis menderita arteri koroner untuk mencegah terjadinya serangan jantung.

Seperti halnya obat kimia lain, aspirin juga menimbulkan beberapa efek samping misalnya mual, muntah, dan sakit perut. Gejala lain juga kadang timbul akibat mengkonsumsi obat tersebut yaitu ganguan pendengaran, tinnitus atau telinga berdenging, mengantuk, ruam kulit, hingga gangguan pernapasan. Jika merasakan salah satu efek samping yang parah, sebaiknya segera hentikan penggunaan obat dan hubungi dokter.

Meski dapat dijumpai dengan mudah tanpa resep dokter, kalian harus cermat saat mengkonsumsi aspirin. Mengkonsusmsi aspirin dalam dosis besar dapat menyebabkan gastrointestinal bleeding atau rasa tidak nyaman dalam perut.

Aspirin tidak lagi direkomendasikan untuk mengatasi gejala flu atau cacar air pada anak-anak usia kurang dari 16 tahun karena meningkatkan resiko sindrom reye. Ibu hamil dan menyusui juga tidak disarankan untuk mengkonsumsi aspirin.

Bila kalian termasuk penderita anemia, asma, hemofilia, asam urat, polip hidung, serta gangguan ginjal atau hati, maka harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi aspirin. Demikian juga dengan penderita diabetes.

Masyarakat yang tinggal di daerah tropis juga disarankan berhati-hati mengkonsumsi aspirin terutama jika pernah terserang atau menunjukkan gejala penyakit demam berdarah karena dapat menyebabkan sindrom ireversibel.

Aspirin merupakan obat pengencer darah sehingga pasien yang hendak melakukan operasi disarankan tidak mengkonsumsinya, meski hanya operasi gigi. Penggunaan aspirin sebelum operasi meningkatkan resiko pendarahan hingga 10 hari.

Fakta aspirin juga tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan azid, valproic acid, methotrexate, cortisone, hydrocortisone, prednisone, dexamethasone, blood thinners, obat encok, obat tekanan darah, serta obat diabetes karena menimbulkan reaksi yang berbahaya untuk tubuh.

Baca Juga
Leave A Reply

Your email address will not be published.