Kenali Perbedaan Psikopat dan Sosiopat

Celupin.com – Tahukah kalian perbedaan psikopat dan sosiopat? Di lingkungan pergaulan mungkin sulit mengenali keberadaan keduanya karena memiliki karakteristik dapat memanipulatif tindakan mereka. Bahkan psikopat dan sosiopat terlihat normal dengan orang lain.

Berikut ini merupakan perbedaan psikopat dan sosiopat yang dapat menjadi pandangan tentang keduanya.

Psikopat

Psikopat adalah gangguan perkembangan jiwa yang terkait dengan perilaku tertentu. Mahasiswa pascasarjana, Jack Pemment, dari University of Mississipi menulis di Jurnal Aggression and Violent Behavior bahwa psikopat memiliki kelainan otak. Banyak sistem saraf di daerah otak yang saling berhubungan dengan empati gagal merespon situasi emosional.

Dengan kata lain, psikopat adalah seseorang yang mengalami gangguan empati. Meskipun psikopat tidak peduli terhadap keberadaan orang lain, mereka cenderung dapat meniru perilaku orang lain sehingga membuat mereka tampak normal.

Seseorang yang psikopat tidak peduli dengan konsekuensi. Mereka bisa melakukan apa saja tanpa mengindahkan akibatnya. Dari sudut kriminal, kejahatan yang diperbuat para psikopat biasanya terencana dengan baik.

Penelitian terbaru menemukan bahwa peran sistem otak yang dapat memancing ekspresi, seperti gembira, sedih, dan bingung mengalami ketidakseimbangan.

Oleh karena itu, para peneliti sedang mencoba mencari cara untuk dapat memperbaiki sistem tersebut. Dengan berhasil menemukan caranya, peneliti berharap dapat membantu masalah para psikopat.

Sosiopat

Di sisi lain, sosiopat merupakan seseorang yang menunjukkan ciri-ciri dapat melakukan banyak manipulasi kepribadian. Ciri-ciri awal sosiopat hampir sama dengan psikopat yakni mengabaikan persaaan orang lain dan tidak memiliki rasa empati yang mulai terlihat ketika remaja.

Sosiopat
Sosiopat

Sosiopat biasanya menampilkan karakteristik manipulatif seperti perilaku impulsif, tidak bertanggung jawab, mencuri, berbohong, kurang memiliki rasa penyesalan terhadap masalah yang diperbuatnya terhadap orang lain, sering melanggar hak orang lain, perilaku agresif, dan lain sebagainya. Sosiopat sering tidak dapat mengendalikan perilaku dan ekspresi marah mereka.

Kadang mereka bisa lekas marah, melakukan tindakan yang dapat menimbulkan ancaman, dan punya keinginan dapat mengendalikan lingkungan sekitarnya. Sosiopat sama halnya dengan psikopat yang anti sosial. Bedanya, tindakan sosiopat lebih tidak terorganisir daripada psikopat.

Sosiopat cenderung spontan dalam melakukan tindakannya tanpa memikirkan konsekuensinya. Oleh karena itu, dari sudut kriminal, kejahatan seorang sosiopat akan meninggalkan banyak jejak!

Sosiopat banyak dipengaruhi oleh situasi lingkungan sekitar. Faktor situasi yang dapat memicu seseorang menjadi sosiopat ialah peristiwa perampasan, pelecehan seksual, penelantaran, kekerasan emosional, hubungan dengan orang-orang antisosial, dan kekerasan fisik.

Baca Juga
Leave A Reply

Your email address will not be published.