Ketahui Sistem Imun Dalam Darah Terhadap Virus Ebola

Celupin.com – Pejabat Kesehatan New York City mengatakan bahwa seorang pekerja perawat kesehatan yang baru saja  kembali dari Afrika Barat telah terinfeksi virus Ebola. Perawat yang telah terinfeksi tersebut sebelumnya bekerja dengan Doctors Without Borders untuk membantu mengobati pasien Ebola di Guinea.

Gejala-gejala yang diperlihatkan oleh tubuh pasien sebelum dipastikan positiv terinfeksi ialah dia mengalami demam 103 derajat. Setelah itu, tenaga medis darurat pun dipanggil untuk mengangkutnya ke Rumah Sakit Bellevue.

Saat ini, pejabat kesehatan Amerika Serikat merekomendasikan kepada semua petugas kesehatan dalam merawat pasien Ebola harus menggunakan pakaian yang menutup seluruh bagian tubuh dan mengenakan kerudung untuk menutup kepala dan juga menggunakan respirator setiap saat. Wabah Ebola di Afrika Barat telah menewaskan hampir 4.900 orang dari hampir dari 10.000 kasus yang dilaporkan menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengumumkan bahwa wabah Ebola berasal dari kelelawar. Hewan tersebut seumur hidupnya terkenal sebagai penampung virus-virus berbahaya. Akan tetapi, dalam dewasa ini kelelawar dijadikan makanan oleh manusia. Dalam fase inilah, virus yang terkandung dalam daging kelelawar dapat dengan mudah menyebar ke seluruh bagian tubuh manusia lalu menjangkiti tubuh. Selain itu, inang lain yang bisa menjadi tempat hidup virus Ebola ialah tikus. Dengan cara itulah, virus Ebola menyebar dan mengepung manusia. Saat ini, negara yang sudah dapat dipastikan terserang wabah tersebut ialah Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Ada beberapa periode terkait virus ebola yang harus diwaspadai agar kalian memahami apa saja yang terjadi jika terpapar virus ini, yakni masa inkubasi ebola. Waktu paparan virus ebola dan ketika gejala mulai datang ialah masa ingkubasi virus ebola terjadi selama dua hingga 21 hari sejak terpapar. Seorang pasien yang terpapar ebola akan mengalami gejala berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, muntah, dan diare.

Orang yang kecenderungan terpapar virus ebola dalam darah mereka hanya menular jika menunjukkan gejala-gejala tersebut. Virus ini tidak dapat ditularkan sebelum seseorang mengalami gejala tersebut. Artinya, orang-orang yang berada dalam satu pesawat dengan pasien tidak akan tertular bila saat itu pasien belum menunjukkan gejala-gejala tersebut. Petugas kesehatan dari WHO mengatakan ebola dapat bertahan di air mani hingga tujuh minggu hingga akhirnya sembuh. Orang-orang yang berpotensi terpapar virus ebola harus dikarantina sampai dinyatakan bebas oleh petugas kesehatan.

Kriteria seseorang dinyatakan sembuh dari ebola ialah ketika dapat kebal terhadap galur atau strain virus. Tingkat kekebalan tiap individu berbeda, itulah yang membuat waktu pemulihan paska terpapar virus menjadi tidak sama antara satu pasien dengan pasien lainnya. Antibodi dalam darah dapat meningkatkan sistim imun pasien yang terserang virus hingga dapat kembali pulih.

Dengan metode imun inilah, ada kabar baik bahwa serum ebola dapat disediakan. Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan pembuatan obat-obatan dan vaksin akan siap pada Januari 2015. Vaksin akan diujicobakan pada Januari dalam dua dosis dan dalam jarak dua bulan. WHO berspekulasi bahwa faktor genetika mungkin berhubungan dengan tingkat kesembuhan dari ebola.

Selain virus ebola, ada juga virus zika yang dinilai cukup berbahaya bagi orang dewasa.

Nah, bagi kalian yang sekarang masih sehat, jaga kesehatan. Meningkatkan sistim imun dalam darah adalah jalan terbaik yang bisa kalian usahakan saat ini. Caranya, dengan memakan makanan yang sehat dan bergizi. Makanan dan minuman yang dapat menguatkan sistim imun diantaranya, teh hijau, cabai, jahe, bluberi, kayu manis, ubi jalar, tomat, kurma, jamur, dan delima. Bukankah semua itu tersedia di sekitar kita? Selamat menjaga kesehatan.

Baca Juga
Leave A Reply

Your email address will not be published.