Nginx vs OpenLiteSpeed vs Apache, Pilih Mana?

Celupin.com – Bagi kalian yang sedang memilih web server yang cocok untuk situs kalian, mungkin kalian akan merasa bingung dengan pilihan antara Nginx, OpenLiteSpeed atau Apache. Sebelum masuk kepembahasan utama, ada baiknya kalian perlu tahu dulu apa itu web server.

Apa Itu Web Server

Sederhananya, server web adalah perangkat lunak  yang difungsikan untuk menjalankan perangkat keras yang diperlukan yang dapat memenuhi permintaan klien dan mengirimkan halaman web ke klien. Server web dapat menghosting satu atau banyak situs web, tergantung pada konfigurasi perangkat kerasnya sendiri.

Penjabarannya adalah, klien adalah perangkat apa pun yang dapat mengakses internet, seperti smartphone, jam tangan pintar, IP Camera, laptop, atau komputer desktop dan meminta data dari web server, biasanya dengan menggunakan browser web seperti Chrome atau Opera.

Jadi, ketika kalian mengunjungi situs celupin.com misalnya. Maka web server akan menampilkan situs celupin kepada kalian.

Web server sudah ada sejak awal dibuatnya internet dan teknologi yang mereka gunakan bersama dengan konten yang mereka layani terus berkembang dan membentuk Internet yang kita gunakan saat ini. Web server pertama adalah NeXT Computer workstation dengan pengaturan Ethernet di CERN pada tahun 1990 oleh Sir Tim Berners Lee, yang dikreditkan dengan menciptakan fondasi dan basis protokol yang terdiri dari Internet.

Nginx Vs OpenLiteSpeed Vs Apache, Pilih Mana?

Nginx

Nginx di sebarluaskan pada tahun 2004 dan sejak saat itu memiliki Nginx saat terkenal dan telah digunakan oleh banyak pengguna, termasuk raksasa internet seperti Google, Facebook, Microsoft dan lain sebagainya. Nginx adalah salah satu web server opensource (gratis) dan tujuan dibuatnya adalah untuk mengatasi masalah C10K yaitu untuk dapat menangani 10.000 koneksi/trafik secara bersamaan.

Nginx memiliki skalabilitas yang sangat baik, hal ini dikarenakan pengoptimalannya yang luar biasa. Salah satu kelebihan Nginx adalah dapat bekerja dengan memori rendah dan menawarkan konkurensi (kondisi kejadian dimana banyak proses berjalan di waktu yang bersamaa) setinggi mungkin.

Hal tersebut Nginx lakukan dengan teknologi yang digunakannya yakni pendekatan berbasis peristiwa asinkron, ketimbang membuat proses baru untuk setiap permintaan baru.

Fitur penting lainnya dari Nginx termasuk reverse proxy dengan caching, dukungan FastCGI, dan dukungan untuk IPV6.

OpenLiteSpeed

OpenLiteSpeed ​​merupakan varian gratis dari web server LiteSpeed. OpenLiteSpeed dirilis pada tahun 2003 dan sampai sekarang setidaknya sekitar 7% dari situs web di dunia menggunakan web server LiteSpeed, hal yang lumrah dikarenakan banyak sekali provider hosting yang menggunakan LiteSpeed sebagai web server andalan mereka.

Dari sektor kinerja OpenLiteSpeed ini sangat mirip dengan Apache dan dapat menemukan sebagian besar fitur Apache yang mungkin sudah biasa kalian gunakan salah satunya htaccess. LiteSpeed ​​juga menggunakan arsitektur event-driven asynchronous layaknyaNginx. Dengan demikian, ia memberikan respons cepat dan konkurensi yang tinggi.

OpenLiteSpeed ​​gratis ini diperuntukan untuk penggunaan pribadi dan komersial. Namun, sayangnya karena ini adalah varian gratis maka tidak memiliki semua fitur versi berbayar dari LiteSpeed ​​Web Server.

Apache

Apache merupakan web server yang paling banyak digunakan di dunia sampai detik ini, sebab setidaknya lebih dari 50% situs web di dunia menggunakan Apache. Web server ini juga yang paling tua, dengan awal rilis pertamanya pada tahun 1995.

Tidak seperti OpenLiteSpeed dan Nginx, web server Apache memiliki struktur berbasis thread bukan arsitektur event-driven asynchronous. Karena hal inilah, kekurangan Apache seperti terasa lemot ketika web server dihantam trafik yang besar.

Meskipun begitu, untuk situs web dengan skala kecil hingga menengah, Apache adalah pilihan yang sangat baik karena mudah dikonfigurasi, dukungan bertebaran, dan kurva pembelajaran ringan. Selain itu, Apache menyediakan tingkat keamanan yang tinggi karena siklus update yang cukup sering.

Kesimpulan

Jika kalianmencari web server yang dapat menangani banyak permintaan tanpa lemot, maka kalian harus memilih antara Nginx atau OpenLiteSpeed. Keduanya sangat mirip dalam kinerja, penggunaan, dan konkurensi.

Namun, jika kalian memulai situs web kecil, Apache akan menjadi pilihan yang tepat karena lebih mudah dipelajari dan dikonfigurasi.

Baca Juga
1 Comment
  1. […] Hosting, keduanya berjalan pada jenis hosting yang sama. Dan rata-rata provider hosting menggunakan LiteSpeed sebagai web server mereka karena kecepatan yang […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.